Malioboro
merupakan jantung dari kota Jogja, karena merupakan pusat
pemerintahan. Bagi wisatawan, malioboro menjadi surga untuk
berbelanja. Berbagai macam jajanan dan souvenir ada disini, salah
satu nya adalah batik jogja dengan harga yang sangat bersahabat.
Malioboro merupakan jalan yang di kanan kiri nya dipenuhi dengan
pertokoan dan pedagang kaki lima yang menawarkan koleksi batik dan
souvenir khas jogja. Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para
pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan
warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas
jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para
Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka
seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain
disepanjang jalan ini.
Mengemis
adalah hal yang dilakukan oleh seseorang
yang membutuhkan uang, makanan, tempat tinggal atau hal lainnya dari
orang yang mereka temui dengan meminta. Umumnya di kota besar sering
terlihat pengemis meminta uang, makanan atau benda lainnya. Pengemis
sering meminta dengan menggunakan gelas, kotak kecil, topi atau benda
lainnya yang dapat dimasukan uang. Pengemis
memang sudah menjadi istilah yang akrab
di kota-kota besar seluruh Indonesia, kehadiran mereka kerap dianggap
mengganggu ketertiban sosial, namun sebenarnya kehadiran pengemis
adalah bentuk gagal dari pemerintah baik itu pusat atau daerah dalam
mensejahterakan rakyatnya.
Jika diukur
dalam kacamata sosial, pengemis memang bukan sebuah hal yang
istimewa, perlu dihilangkan bahkan, maksudnya pemerintah perlu
mensejahterakan rakyatnya agar tidak ada lagi dari mereka yang
berprofesi sebagai pengemis atau peminta-minta.
Di
Yogyakarta juga masih banyak pengemis. Di Malioboro misalnya kita
masih banyak menemukan banyak pengemis disana. Banyaknya pengemis
disebab kan karena kurangnya pemerataan kesejahteraan bagi rakyat
kecil atau rakyat miskin. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi
pemerintah karena dalam undang – undang Negara Republik Indonesia
pengemis dan gelandangan di pelihara oleh Negara.
Maka dari
itu pemerintah harus bertanggung jawab melindungi dan memelihara
pengemis yang ada di kota – kota besar seperti kota Yogyakarta
dengan cara pemerataan terhadap semua individu atau kelompok dengan
memberi subsidi bagi rakyak miskin dalam hal apapun dan mencoba untuk
membuka lapangan pekerjaan yang seluas luasnya untuk rakyat miskin
agar mereka bisa bekerja. Dengan ini kemungkinan masalah pengemis
dan gelandangan bisa diatasi,dan pemerintah sangat berharap
pemerataan kesejahteraan akan dilakukan saat ini,sehingga tidak ada
lagi rakyat yang menderita karena tidak makan atau tidak memiliki
rumah,sehingga semua rakyat indonesia hidup dengan sejahtera masalah
pengemis dan gelandangan bisa diatasi,dan pemerintah sangat berharap
pemerataan kesejahteraan akan dilakukan saat ini,sehingga tidak ada
lagi rakyat yang menderita karena tidak makan atau tidak memiliki
rumah,sehingga semua rakyat indonesia hidup dengan sejahtera.
Beberapa foto pengemis yang saya potret beberapa minggu yang lalu
Beberapa foto pengemis yang saya potret beberapa minggu yang lalu









0 komentar:
Posting Komentar