Senin, 20 Mei 2013

Malioboro & Pengemis

Malioboro merupakan jantung dari kota Jogja, karena merupakan pusat pemerintahan. Bagi wisatawan, malioboro menjadi surga untuk berbelanja. Berbagai macam jajanan dan souvenir ada disini, salah satu nya adalah batik jogja dengan harga yang sangat bersahabat. Malioboro merupakan jalan yang di kanan kiri nya dipenuhi dengan pertokoan dan pedagang kaki lima yang menawarkan koleksi batik dan souvenir khas jogja. Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini.
Mengemis adalah hal yang dilakukan oleh seseorang yang membutuhkan uang, makanan, tempat tinggal atau hal lainnya dari orang yang mereka temui dengan meminta. Umumnya di kota besar sering terlihat pengemis meminta uang, makanan atau benda lainnya. Pengemis sering meminta dengan menggunakan gelas, kotak kecil, topi atau benda lainnya yang dapat dimasukan uang. Pengemis memang sudah menjadi istilah yang akrab di kota-kota besar seluruh Indonesia, kehadiran mereka kerap dianggap mengganggu ketertiban sosial, namun sebenarnya kehadiran pengemis adalah bentuk gagal dari pemerintah baik itu pusat atau daerah dalam mensejahterakan rakyatnya.
Jika diukur dalam kacamata sosial, pengemis memang bukan sebuah hal yang istimewa, perlu dihilangkan bahkan, maksudnya pemerintah perlu mensejahterakan rakyatnya agar tidak ada lagi dari mereka yang berprofesi sebagai pengemis atau peminta-minta.
Di Yogyakarta juga masih banyak pengemis. Di Malioboro misalnya kita masih banyak menemukan banyak pengemis disana. Banyaknya pengemis disebab kan karena kurangnya pemerataan kesejahteraan bagi rakyat kecil atau rakyat miskin. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah karena dalam undang – undang Negara Republik Indonesia pengemis dan gelandangan di pelihara oleh Negara.

Maka dari itu pemerintah harus bertanggung jawab melindungi dan memelihara pengemis yang ada di kota – kota besar seperti kota Yogyakarta dengan cara pemerataan terhadap semua individu atau kelompok dengan memberi subsidi bagi rakyak miskin dalam hal apapun dan mencoba untuk membuka lapangan pekerjaan yang seluas luasnya untuk rakyat miskin agar mereka bisa bekerja. Dengan ini kemungkinan masalah pengemis dan gelandangan bisa diatasi,dan pemerintah sangat berharap pemerataan kesejahteraan akan dilakukan saat ini,sehingga tidak ada lagi rakyat yang menderita karena tidak makan atau tidak memiliki rumah,sehingga semua rakyat indonesia hidup dengan sejahtera masalah pengemis dan gelandangan bisa diatasi,dan pemerintah sangat berharap pemerataan kesejahteraan akan dilakukan saat ini,sehingga tidak ada lagi rakyat yang menderita karena tidak makan atau tidak memiliki rumah,sehingga semua rakyat indonesia hidup dengan sejahtera.
Beberapa foto pengemis yang saya potret beberapa minggu yang lalu





0 komentar:

Posting Komentar